Necromancer Girl’s Strongest Second Playthrough 02 Bahasa Indonesia




Author: 天乃聖樹 (Amano Seiju)
Link: https://ncode.syosetu.com/n1424ez/1/
Translator: BC Translation
Source : aya.sanusi.id


Second Playthrough




“Huu... Rencana hidupku telah...”

Aku menyendiri di sebuah gang belakang bangunan, gemetaran, memegangi kepalaku.

Pakaianku basah kuyup, perutku kosong. Aku ingin makan, aku ingin tidur di tempat yang hangat, tetapi aku tidak punya uang untuk menginap di penginapan. Untuk membiarkan seorang gadis 14 tahun jalan sendirian di jalanan, dunia ini memang keras.

Aku tidak bisa mengabil quest dari guild sendirian, aku ingin bergabung dengan party lain tetapi semua orang berpaling ketika mereka mengetahui bahwa jobku adalah Necromancer. Meskipun desa para nekromancer diisolasi dari seluruh dunia, prasangka orang umum terhadap Necromancer adalah hal yang mengerikan.

Itu sebabnya lebih baik untuk tidak meninggalkan desa... tetapi ini tidaklah membantu! Pahlawan itu berkata seperti “ini adalah panggilan tertinggi, untuk menyelamatkan dunia” dengan mata berkilauan... tentu saja aku percaya itu! Sulit dipercaya bahwa mereka hanyalah baj*ngan tidak bermoral dari penampilan mereka.

Untuk alasan inilah aku meninggalkan desa. Mungkin tidak ada masa depan bagiku bila masih di desa, tetapi jika aku menyelamatkan dunia, aku bisa hidup dengan pensiun setelah itu atau dengan prestasi yang ‘ku dapatkan dengan party pahlawan, aku bisa menjadi bangsawan dan hidup di suatu tempat di sebuah negara. Itu adalah rencana hidupku.

Namun, hasilnya benar-benar mengecewakan.

Aku tidak bisa kembali ke desa, aku juga tidak tahu metode apa pun untuk hidup sendirian di dunia ini, ini adalah akhir. Tamat sudah riwayatku.

Terkutuklah kau Pahlawan!! Aku akan menjadi naga di kehidupan selanjutnya dan aku akan membunuhmu! Bahkan memiliki pemikiran seperti itu tidak akan membantuku. Jika aku dengan berkemungkinan bereinkarnasi sebagai kutu air, maka itu benar-benar berakhir. 

Tubuhku semakin dingin karena hujan semakin deras. 

 “Aku benar-benar tidak ingin mati seperti ini!”

Bibirku kaku bergumam.

Aku akan membalas sang Pahlawan, dan kemudian memiliki kehidupan yang mulia. Aku tidak akan puas kecuali telah mendapatkan semua yang ‘ku inginkan. Aku tidak bisa mati dan meninggalkan hal-hal seperti ini, aku akan menjadi hantu pendendam jika aku melakukannya.

Jadi, aku memutuskan. Ada sebuah teknik terlarang di desa yang di panggil dengan sebutan Forbidden of Necromancy magic (TLN: Sihir Necromacer yang terlarang), teknik untuk memulai kembali segalanya. Nama teknik itu adalah, Teknik Resurrection (TLN :  Kebangkitan) (Save & load). Beban jiwa yang di terima akan sangat besar sehingga hanya dapat digunakan sekali. Itu adalah teknik yang sangat berbahaya karena ada kemungkinan paradoks akan muncul dan membawa dunia menuju kehancuran. Namun, aku tidak peduli dengan hal itu.

Aku mengambil wadah silinder dari saku tersembunyi ku. Isinya adalah racun berwarna ungu yang berkilauan. Ini adalah alat ajaib yang mencegah Dewa Kematian mengambil jiwa ketika tubuh mati. Biasanya aku menggunakannya untuk membuat monster dari roh pendendam, aku tidak pernah mempertimbangkan untuk meminumnya sendiri.

Ah, efeknya datang, efeknya datang. Aku dengan segera mulai sekarat. Dengan jari ku , Aku menggambar pola untuk teknik kebangkitan di udara. Dan kemudian dengan kekuatan terakhirku, aku mengucapkan mantra terlarang.

“Pintu spiral, ungkapkan otoritas prinsip umum tertinggi anda. Lawanlah hukum penciptaan kami, dan putar nasib baru! Eri Bradoma Delcrous !! ”

Aku mati saat muntah cairan ungu.

Ketika aku membuka mata, aku sedang berbaring di tempat tidur. Segera aku melompat ke tas ku dan memeriksa buku harian ku.


Baiklah, tidak ada masalah. Ini adalah penginapan yang terletak di kota Adolmud. Saat aku mengingat-inngat, aku meniup jiwa ku ke otak ku dua tahun yang lalu.

Ya, tubuh ku sudah mati dua tahun di masa depan, tetapi jika aku berhati-hati mengembangkan rute, aku bisa menghindari nasib yang sama. Bagaimanapun, ini adalah permainan kedua ku, aku tidak akan membuat kesalahan yang sama sekarang.

Dari pakaian tidur ku, aku berganti ke gaun necromancerku. Setelah itu, aku segera mengumpulkan barang-barang ku dan pergi ke lorong. Ini akan Sulit untuk menulis sehingga aku tidak meninggalkan catatan.

Pada saat ini, baru beberapa bulan sejak aku bergabung dengan party sang pahlawan. Perjalanan baru saja dimulai. Ini adalah waktu ketika pahlawan masih bergantung pada kekuatan ku yang luar biasa (luar biasa!). Mereka harus tidak mengerti mengapa aku meninggalkan mereka.

Pertama, aku butuh uang. Bertemu game over karena aku tidak punya uang seperti terakhir kali tidak lucu.

Aku menyelinap ke kamar pendeta dan mengambil seperempat dari uang party. Meskipun aku adalah orang yang paling banyak melakukan hal itu (TLN: menghasilkan uang), uang itu selalu digunakan untuk alkohol para pahlawan dan prajurit atau biaya kosmetik pendeta. Aku hampir tidak mendapatkan apa-apa. Tidak ada yang salah untuk mengambil sebanyak ini untuk pensiun, kan?

Ketika aku keluar dari kamar pendeta, aku menemukan pendeta itu berjalan dari seberang koridor. Aku gugup apakah dia tahu aku menyelinap ke kamarnya atau tidak.

"Ara, Nene kamu masih bangun? Sudah waktunya tidur untuk anak-anak lho? "

Pendeta itu, Sara, yang bergumam menggoda, tidak mengenakan pakaian pendetanya. Dia mengenakan pakaian transparan dengan tali bahu longgar. Pipinya merah.

Kamu, baru saja kembali dari kamar pahlawan kan !? Suara aneh yang sesekali kudengar dari kamar pahlawan di tengah malam adalah suara 'itu'  ya !? Aku selalu bertanya-tanya apa itu tetapi, Aku tidak mengerti! Aku baru berusia empat belas tahun! Ah, aku dua belas sekarang!

"Aku tidak peduli. Maksudku, aku akan meninggalkan partyhari ini. "

“…Ha?”

Ekspresi kosong jatuh di wajah pendeta itu.

Kemudian sang pahlawan keluar dari kamarnya. Setengah telanjang. Setidaknya kenakan pakaian dalammu! Itu pelecehan seksual lho!

"Apa yang terjadi?"

"Untuk beberapa alasan, Nene mengatakan dia akan meninggalkan party."

"Haah? Apa yang kau katakan di tengah malam ini? Aku menyediakan makanan dengan benar, bukan? ”

Dan membuat ku bekerja terlalu keras hanya untuk makanan itu! Selain itu, aku satu-satunya yang mendapat menu termurah, dan kadang-kadang ditinggalkan di penginapan saat kalian bertiga sedang berpesta.

"Yah, mari kita bicarakan sebentar. Apakah kamu mau datang ke kamarku? Jika kamu merasa tidak puas, mari kita bahas bersama-sama dengan kita bertiga. "

“Yeah, that’s right… you will understand if we talk about it… for a whole night, right?”

Ketika pahlawan dan pendeta semakin dekat, Aku mundur selangkah. Aku tidak begitu mengerti tetapi, mereka tidak serasa ingin berdiskusi! Aku  merasa akan kehilangan sesuatu yang tidak dapat dipulihkan jika aku menerima tawaran mereka. Itu jauh dari norma. Ketika pahlawan meletakkan tangannya yang berbulu di pundakku, itu menjijikkan sampai aku benar-benar ingin memanggil pasukan hantu pendendam.

Tapi ini tidak baik. Jika aku membunuh pahlawan di sini, aku tidak akan bisa membalas dendam. Pertama-tama, aku hanya akan memiliki masa depan yang redup jika aku membunuh pahlawan di sini. Aku butuh pencapaian. Aku harus membuat pencapaian terlebih dahulu!

Jadi, aku harus menanggungnya.

"Matilahhh !!!!"

"Guah !?"

Aku memukul wajah sang pahlawan dengan sekuat tenaga.

Dengan begitu tidak akan ada kerusakan bahkan dengan semua kekuatan fisik ku, tapi mungkin karena dia terkejut bahwa hewan peliharaannya yang patuh tiba-tiba menjadi memberontak, dia jatuh dengan mimisan.

"Kau memukulku !? Seorang Necromancer menjijikkan yang tidak bisa membuka selangkangannya sepertimu tidak mematuhi sang pahlawan hebat ini? Dan mengapa kau marah !? Apa kau sadar aku mengambil beberapa pakaian dalammu !? Apa kau merasa tidak enak karena aku diam-diam membunuh hewan peliharaanmu yang menjengkelkan, Cerberus !? ”

 “Pahlawan-sama benar-benar tidak bermoral. Tapi aku juga suka sisi itu, fufufufu. ”

 “Oi, tunggu Nene! Tunggu, kataku! Kau membuat kesalahan!"

Tidak mempedulikan suara marah sang pahlawan, aku berlari keluar dari penginapan dengan kekuatan penuhku.

Mereka benar-benar yang terburuk. Aku senang aku meninggalkan party sebelum hidup ku menjadi berantakan. Yah, mereka sudah mengusir ku dan membuat hidup ku berantakan sekali. Aku tidak percaya bahwa aku mengagumi mereka di masa lalu. Aku menjadi sengsara karena aku bodoh, tetapi kali ini, aku telah memulai kembali semuanya sehingga aku tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi.

Menghapus air mata yang akan menetes dengan punggung tanganku, aku menatap langit malam sambil menggigit bibirku sendiri.

"Nah, pertama, ayo mengumpulkan beberapa mayat!"

Untuk mewujudkan ambisiku.

Untuk membalas dendam pada para pahlawan! Untuk menjalani kehidupan yang cemerlang!


Share This :
DONASI VIA OVO Bantu berikan donasi jika artikel www.berbagicerita.site dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.berbagicerita.site. Terima kasih.

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon