World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 118 – Part 2 ~ Bahasa Indonesia

                                                                 

                                                         
                                                             Author             Kouichi Neko
                                                             Illustrator        Nardack
                                                             Published by OVERLAP
                                                             Licensed by    N/A
                                                             Status              September 25, 2015 - ongoing)
                                                             Translator       BC Translation


Baca Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 118 – Part 2 ~ Bahasa Indonesia


Setelah pindah ke tempat yang tidak terganggu oleh lalu lintas, Emilia datang dan memberi syal kepadaku saat aku melihat pemandangan.

“Apakah Anda melihat sesuatu saat melihat ke laut?” (Emilia)

“Aku pikir... aku telah menempuh perjalanan yang sangat panjang. Tidakkah kau merasa kedinginan, Emilia?” (Sirius)

“Suku Silver Wolf kuat terhadap dingin. Jika dengan suhu ini, kami akan baik-baik saja. Lebih penting lagi, bagaimana dengan Anda, Sirius-sama? Jika anda merasa kedinginan, saya akan menghangatkan Anda.” (Emilia)

“Woof!” (Hokuto)

Sebenarnya, Aku merasa sedikit kedinginan, tetapi meskipun aku tidak meminta, seserang dan seekor binatang akan datang kepadaku, dan aku merasa hangat dengan itu.

Ketika kami pergi meninggalkan pelabuhan banyak perhatian tertuju kepada kami, khususnya pada Hokuto, kami pergi ke kota untuk mencari informasi dan pakaian untuk melindungi kami dari hawa dingin ini.



Ini adalah pelabuhan yang besar, karena pelabuhan ini adalah gerbang untama ke Benua Hypne. Kebiasaan dan budaya di sini bercampur  dengan orang-orang dari berbagai Benua dan barang dagangan yang ada. Aku bisa katakan ada beberapa barang yang unik di Benua ini.

Kami dengan santai nya bertanya-tanya di sekotar kota, dan setelah menemukan penginapan sebelum matahari terbenam, kami berkumpul di sebuah ruangan untuk berdiskusi.

“Yahh... kita akhirnya tiba di benua Hypne, tapi ada satu masalah.” (sirius)

“Ya. Ini adalah masalah besar untuk kita.” (Emilia)

Masalahnya adalah... uang.

Kami melakukan perjalanan sambil mengumpulkan penghasilan dari permintaan guild petualang dengan cara yang sama seperti petualang lainnya. Namun, biaya untuk kapal reguler ke benua ini lebih mahal dari yang di harapkan.

Kita akan bai-baik saja untuk sementara waktu, tetapi sudah waktunya untuk berpikir tentang mendapatkan uang dengan sungguh-sungguh. Aku tidak ingin menahan makanan karena kekurangan uang, dan itu akan mempuat para muridku bersedih.

Yahh, ini bukanlah pertama kalinya kami kehabisan uang,  ada sebuah guild petualang di kota ini, jadi akan baik-baik saja untuk mendapatkan uang dari sana, tapi...

“Yeah,  aku tidak ingin makanannya kurang, jadi aku akan menghasilkan banyak uang!” (Reus)

“Tapi... jumlah Requests sangatlah sedikit.” (Emilia)

Aku melihat guild petualang sebelum kami datang ke penginapan, tetapi Request-nya jelas-jelas sangatlah berkurang, hanya ada beberapa Requests yang cocok untuk kami.

Karena ada banyak petualang yang ingin mendapatkan uang seperti kita, sepertinya itu akan segera di ambil ketika permintaan keluar.

"Yang tersisa adalah permintaan yang membutuhkan waktu yang lama dan permintaan yang hanya melibatkan otot." (Fia)

“Aku berharap ada permintaan untuk mengalahkan monster besar. Jika aku pergi dengan Aniki, kami bisa menyelesaikannya dengan cepat dan menghasilkan banyak uang. "(Reus)

“Ini adalah sebuah saran. Bagaimana kalau berhenti mencari uang di kota ini? "(Fia)
kami telah memastikan situasi saat mengumpulkan informasi tentang benua, dan sepertinya ada kota besar dimana kebanyakan penduduknya adalah suku binatang buas yang tempatnya sedikit jauh dari sini.

Nama kotanya itu adalah.. Arbitray. Dikenal sebagai negara binatang buas. (TLN: nama asli “Arbitray” dalam bahasa jepang)

Pemimpinnya disebut sebagai Penguasa Beast King (Raja Binatang Buas).  Tampaknya kota ini sebesar Elysion tempat tinggal kami selama beberapa saat. Tampaknya ada banyak permintaan dari guild jika itu adalah tempat yang besar, and sepertinya ada beberapa permintaan langka nantinya.

Ketika semua orang mendengarkan informasi tersebut, tampaknya para murid juga memahami maksudku.

“Dengan kata lain, kita pergi ke sana untuk jalan-jalan sambil menghasilkan uang?” (Emilia)

“Seperti yang kamu katakan. Menurut rumor, pemerintahan di sana tampaknya tidak burul. Apapun itu aku berencana untuk pergi ke sana.” (Sirius)

“Kota suku binatang buas kan?... Aku mungkin akan menemukan  suku silver wolf sepertiku!” (Reus)

“Aku khawatir tentang ini, tetapi aku tidak punya alasan untuk menolaknya.” (Reese)

“Aku akan mengikuti Sirius-sama.” (Emilia)

Dengan begitu, Aksi kami selanjutnya telah diputuskan. Setelah mengumpulkan informasi tentang benua selama beberapa hari, kami pergi ke Arbitray.

Kami dikejutkan oleh monster dan cara mnyerang mereka yang unik ini pertama kalinya kami menemui yang seperti ini, tetapi kami dapat melanjutkan perjalanan tanpa masalah karena informasi yang kami dapat sebelumnya.

Ketika malam tiba, suhu turun dan kami berkemah dengan sederhana, tetapi dengan pakaian tebal yang kami beli di kota dan Hkuto yang berada di dekat kami, kami tidak bermasalah dengan suhu dingin.

Ya, perjalanan berjalan dengan lancar, tapi... di akhir perjalanan muncul sebuah masalah.

Kami telah lupa tentang hal ini semenjak baru-baru ini sudah menjadi kebiasaan kami sehari-hari dan kami memikirkannya setiap hari.

Itu adalah keberadaan Hokuto dan seberapa besar ia mempengaruhi keadaan sekitar...





Kami akhirnya tiba di Arbitray setelah beberapa hari meninggalkan kota Pelabuhan.

Berdasarkan informasi yang di berikan itu adalah kota yang besar dan dengan dinding pelindung yang mngelilingi seluruh kota setara dengan mengelilingi Elysion.

Kami mengendarai tunggangan kami sampai depan gerbang besar tembok pelindung, dan kemudian, aku menuju ke penjaga gerbang yang memeriksa orang-orang yang akan pergi memasuki kota.

“Itu adalah… Hundred Wolves-sama!?” (Penjaga 1)

“Itu adalah Hundred Wolves-sama!” (Penjaga 2)

Daripada kami, para penjaga gerbang membuat keributan  ketika melihat Hokuto.

Meskipun saat ini tidak perlu dijelaskan, para penjaga gerbang adalah binatang buas.

“Tunggu sebentar! Kenapa Hundred Wolves-sama menarik kereta!?” (Penjaga1)

“Baj*ngan! Kenapa kau menjadikan Hundred Wolves-sama seperti kuda!?” (Penjaga 2)

Akan baik-baik saja jika mereka hanya memuji Hokuto, tapi ini adalah nasib buruk mengingat para penjaga adalah suku serigala yang paling mudah terpengaruh Hokuto.

Hokuto menarik kereta kami secara sukarela, namun bagi orang-orang suku Beast yang baru bertemu dengannya, mereka akan berpikir bahwa aku memanfaatkan Hundred Wolves yang merupakan Angel of God.

“Lihat!! Tidak hanya Elf itu, saudara-saudara kita juga mengenakan penahan di lehernya!” (Penjaga 1)

“Manusia! Kau punya keberanian untuk menjadikan saudara-saudara kami sebagai budak!” (Penjaga 2)

Berikutnya, si bersaudara dan Fia yang mengenakan kalung di leher di duga menjadi budak. Meskipun para penjaga gerbang tidak mengarahkan sejata mereka, namun mereka mengeluarkan aura haus darahnya kepadaku.

Aku lupa untuk mempertimbangkan bahaya ini karena aku sudah terbiasa dengan keadaan dimana Hokuto di sembah dan digunakan untuk berdoa di kota-kota yang telah kami kunjungi. Nah, seseorang meminta untuk menarik kereta. Tapi , itu cerita lain.

“Uhmm, Sirius-san.” (Reese)

“Ini akan berjalan menjadi lebih rumit, jadi Reese tetaplah bersembunyi.” (Sirius)

“Setelah memberitahu manusia lain di dalam kereta yang mana adalah Reese untuk tetap waspada, Aku turun dari tempat kemudiku. Aku perlahan berjalan menuju gerbang untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini.

“Sepertinya ada kesalah pahaman. Karena itu, aku akan menjelaskan,jadi dengarkan oke? Ya, mereka bertiga mengenakannya (semacam ikat leher/ kerah), tapi mereka bukanlah budakku.” (Sirius)

“Lalu, kerah apa itu!? Lepaskan saudara-saudara kami!” (Penjaga 1)

“Akan lebih baik jika kalian melihat sendiri. Kalian, lepaskan kerah kelian.”(Sirius)

“Yahh,Kalau begitu ini tidak dapat di bantah kan.” (Fia)

“Aku benar-benar tidak ingin melepas ini, tapi...”(Reus)

Jika kerah itu adalah pengikat perbudakan, mereka tidak akan bisa melepaskannya sendiri. Oleh sebab itu, itu akan menjadi bukti bahwa mereka bukanlah budakku.

Reus dan Fia telah melepas kerah pengikat mereka sebagai jawaban atas kata-kataku, tapi Emilia... ia sungguh-sungguh menolaknya.

“Aku seperti budak Sirius-sama, dan aku tidak keberatan jika aku di pandang sebagai budak Sirius-sama sejak awal.” (Emilia)

“Aku senang bahwa kau berpikir sampai sejauh itu Emilia, tapi.. aku ingin kau melepasnya sekarang.” (Sirius)

“....Baiklah.” (Emilia)

Dalam hati Emilia menghela nafasnya ketika ia melepas kerah pengikat itu. Para penjaga gerbang nampak terkejut, tetapi mereka masih menatapku.

Hokuto juga melakukan hal yang sama. Mungkin menjadikan Hundred Wolvess sperti bawahan akan nampak menjadi sebuah masalah, tapi aku ingin mereka mengerti bahwa Hokuto menarik kereta kami dengan kamuannya sendiri.

Ini seharusnya di jelaskan oleh Hokuto secara langsung, tapi orang-orang berkeyakinan yang terlalu bersemangat seringkali membuat penafsiran yang mudah, jadi jadi sangat mungkin bahwa bahkan jika yang berada di depan kita saat ini akan mengakui jika Hokuto menjelaskan kepada mereka. Sebenarnya, ada situasi seperti ini sebelumnya.

Haruskah aku mencoba mengubah pola pikir mereka?

Itu adalah hobi Hokuto untuk menarik kereta kami, dan kami adalah pelayan yang merawat Hokuto.. dengan kata lain, akankah mereka berpikir bahwa kami adalah ekstensi yang lebih rendah dibandingkan dengannya?

Jadi,ketika aku mencoba berlutut kepada Hokuto...

“Woof…” (Hokuto)

…tidak bagus.

Hokuto mengusap wajahnya ke dadaku sampai aku tidak dapat melihat tanah di hadapanku.

“Woof!” (Hokuto)

“...Oh begitu, Jadi ya!?” (Penjaga 1)

“Woof… Woof!” (Hokuto)

“Bulu indah Hundred Wolves-sama dipelihara oleh tangan pria ini? Begitu ya.. tentu masuk akal kalau Hundred Wolves-sama membawa pria itu dibawah perlindungannya.!” (Penjaga 2)

...sepertinya mereka salah paham dengan mudahnya.

Menurut Reus, Hokuto mengatakan bahwa aku adalah ekstensi penting yang merawat bulunya setiap hari, tetapi tampaknya para penjaga gerbang mengira bahwa aku adalah petugas yang berspesialisasi merawat bulu Hokuto. Itu tidaklah salah karena memang aku menyikatnya setiap hari.

Dan kemudian, murid-muridku juga di anggap sebagai penjaga Hokuto. Selain itu, mereka menafsirkan bahwa Hokuto menarik kerta untuk membawa orang-orang yang telah merawatnya.

Karena rasa haus darah para penjaga sudah hilang, kurasa ini semua telah berakhir dengan baik.

Karena kesalahpahaman telah terselesaikan, kami akhirnya dapat memasuki kota, tetapi...

“Woof!” (Hokuto)

“Ya, tidak masalah untuk membawa orang-orang yang telah di akui oleh Hundred Wolves-sama. Silahkan masuk!” (Penjaga 1)

“Woof?” (Hokuto)

“Ya, jika mencari akomodasi, ada sebuah penginapan bernama [Wolf King] yang agak jauh dari pusat kota. Itu adalah penginapan terbesar di kota, jadi Hundred Wolves-sama akan dapat beristirahat dengan baik di sana!” (Penjaga 2)

Dengan terlihat berkuasa, mereka tidak hanya mengabaikan kami, tetapi kami juga mendapatkan informasi tentang penginapan yang direkomendasikan.

Hokuto dan para penjaga gerbang memang sangatlah baik.

Tapi, apakah mereka benar-benar baik sebagai penjaga gerbang Arbitray?

Aku tidak tahu mengapa aku mengkhawatirkan tentang kota yang belum pernah aku maski...






(Terimakasih telah membaca di berbagicerita.site , bantu kami dengan meninggalkan komentar dan share agar kami terus bersemangat untuk update....)
Share This :
DONASI VIA OVO Bantu berikan donasi jika artikel www.berbagicerita.site dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.berbagicerita.site. Terima kasih.

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon