Lazy Dungeon Master ~ Chapter 3 -Part 2- Bahasa Indonesia


Type: Web Novel

Author(s): Onikage Spanner
Artist(s): Youta
Year: 2015
Country: Japan
Genres:Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Harem, Romance, Slice of Life
Source: https://zirusmusings.com/ldm-toc/


TL Note : Sorry chapter 3 baru bisa Upload hari ini  -/\- ,

Chapter 3
Mengatasi Situasi part 2

Selain itu, sepertinya dungeon ini memilika nama itu. Ini membingungkan.

Yah, selain ruangan yang berbatu. Penampilannya seperti gua biasa…

“Kamu mengatakan sesuatu tentang petualang?”

“Sepertinya manusia membuat sesuatu yang disebut Guild Petualang. Walau aku tidak paham bagaimana mereka berbeda dengan ksatria.”

Sepertinya ada ksatria juga. Tentang perbedaannya, bukankah berbeda tentang individu dan sebagai bagian dari kelompok penjaga kedamaian?

… Bila Rokuko hanya tau tentang informasi umum dari mendengarnya, bukankah aku lebih tau tentang itu?

“Apakah ada kota manusia yang dekat sini? Bila ada peta tunjukan padaku.”

“Kamu bisa melihatnya di menu.”

Aku melihat menu untuk mengeceknya.

Sepertinya ada jalan didekat sini untuk turun gunung. Mungkin itu tujuan para bandit?

Saat aku bermain dengan ukurannya, informasi topografi untuk gunung muncul… Namun, aku hanya bisa paham tentang sekitar gunung. Ada kota yang sedikit besar didekat [Gunung Tsuia] dan sedikit jauh dari gunung ada laut.

Ah, jadi selain kota ada beberapa desa yang tersebar.

… Omong-omong, Map ini terasa kurang. Tidak, lebih tepatnya aku ingin ada jaraknya. Yah,tak apa-apa. Sepertinya ini peta untuk area sekitar.

“Hey~, tidak ingin membunuh bandit? Jika kamu membunuh mereka kamu akan mendapat DP lho? Aku rasa jika kamu melakukannya sekarang, mari kita lihat~, bukankah 200 DP akan masuk?” 

Kira-kira itu setara seperti mereka tinggal 24 jam selama 10 hari.

“Tidak, aku belum bisa mengurus banditnya dahulu.”

“Mengapa? Bila hanya 1 bandit… sekitar 10 goblin akan cukup?.”

“Untuk mendapat 200 DP harus mengeluarkan 200 DP huh… pertama-tama bukankah kamu memikirkan apa kita punya cukup DP?”

Yang kumaksud, goblin terlihat lemah. 10 untuk 1 bandit?

“Aku akan menyimpang DP untuk sementara. Akan rugi bila menggunakannya sekarang, ada cara penggunaan yang lebih baik. Untuk sekarang lebih baik tidak bertindak sembarangan dan memprovokasi mereka… Mengeluarkan goblin secara sembarangan akan membuat mereka berfikir [Ada goblin yang keluar, mari kita hancurkan Dungeon Core!]”

“…! Aku tidak berfikir tentang itu, Kehma sangat pintar!”

“Hanya Rokuko yang bodoh. Selama kamu paham apa yang kukatakan maka tak apa-apa.”

“O-oke. Aku mengerti.”

Sekarang, dengan ini dia tidak akan bertindak semaunya. Karena aku memberi perintah.

“… Mari kita lihat, selanjutnya adalah labirin? Membuat ruang … walau tergantung ukurannya, bila ruangan kecil bertembok batu 200 DP huh. Koridor tergantung panjangnya, dan jebakan terpisah?”

“Ya! Lebih baik memanggil monster daripada membuat ruangan. Karena itu aku tidak membuatnya”

“Kamu juga bisa membeli dan menempatkan harta dengan DP ya… ah, karena itu bantal ada di kategori harta.”

“Itu benar, tapi apa ada alasan untuk menempatkan harta? Aku lebih baik memanggil monster untuk menghajar para penyusup daripada menggunakan DP untuk sesuatu seperti it- … tunggu, ada apa dengan tatapan itu? Sangat tidak nyaman.”

Oops, aku memberi orang ini yang membuat dirinya seperti idiot tatapan tidak setuju.

“Yeah, bicara tentang dungeon, daripada monster kamu akan memikirkan jebakan dan harta.”

“Begitukah? Core yang lain tidak mengatakan sesuatu seperti itu tahu? .”

“… Sekarang kamu mengatakannya, Rokuko, kamu bilang kamu adalah Dungeon Core No. 695. Apa ada 694 yang lain?”

“Kupikir jumlahnya sudah berkurang banyak karena Core mereka hancur… Dungeon core adalah jantung kami.”

“Sangat beresiko untuk meninggalkan jantungmu di dungeon yang tak ada apa-apa kecuali 1 ruangan.”

“Bagaimana lagi, core yang lain berkata jumlah ruangan tidak ada kaitannya!.”  

“Fufun,” loli berambut pirang membusungkan dadanya dengan bangga. Dada rata itu…haruskah aku menepuknya?

“Kamu bisa menghubungi core yang lain?”

“Yah, ada suatu perkumpulan. Walau aku tidak bisa kesana kali ini karena ada penyusup… kami dipanggil bersama satu tahun sekali… yah, itu seperti pesta. Tempat dimana mengumpulkan info berharga.”

“Heeh, jadi karena itu kamu mendengar tentang hal itu?.” [ TL Note : mungkin yg dimaksud MC nya , si Rokuko mendengar kalo ruangan ga berguna ]

“Ya, Dungeon Core No.89 Nee-sama mengatakan itu. Sejak 89 Nee-sama adalah orang yang hebat dangan dungeon di tengah ibukota meski Humanoid sepertiku! Nomornya 2 digit, peringkat DP nya ada di 10 teratas, dan selalu peduli padaku.”

[ TL Note : Nee-sama = Kakak Perempuan , kalo ditulis kakak perempuan jadi aneh makanya dibiarkan jadi Nee-sama ]


Bukankah dia hanya menipu gadis ini?

“Kebetulan, 89 Nee-sama mendapat Naga dari slot 1000 DP.”

“Begitu ya~. Lebih penting lagi, aku tertarik tentang dia di ibukota atau peringkat. Untuk sekarang kita harus mengatasi krisis kita entah bagaimana.”
“Kamu benar. Kita tidak bisa–.”

“Guuu,” terdengar suara.

… Sekarang kupikir lagi, aku belum makan apa-apa sejak kemarin.

“Bebek, atau nasi… apa kamu punya makanan?”

“Eh? Ah, Aku tau. Monster makan huh~. Aku lupa sejak aku tidak butuh makan untuk hidup.”

Omong-omong, sepertinya tiap monster datang dia akan menggunakan seluruh DP yang dia punya untuk memanggil goblin. 1 atau 2 kali setiap bulan, petualang akan datang untuk memusnahkan goblin, mencincang mayat mereka dan pergi.
Dan aku sepertinya diperlakukan seperti monster. Sangat tidak sopan.

Aku menggunakan 5 DP untuk membeli roti dan air, berbagi sedikit dengan goblin yang menurut di pojok ruangan, dan makan dengan tenang.
Share This :

Yahoo ~~ Saya translator di blog ini :) Kalau mau kenalan add FB saya di : https://www.facebook.com/pradhanaard :)

DONASI VIA OVO Bantu berikan donasi jika artikel www.berbagicerita.site dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.berbagicerita.site. Terima kasih.

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon